Sabtu, 25 Juni 2011
produk
HASIL PENELITIAN PRODUK DI AMPLAS
six sigma pada tokoh batik kris :
define yaitu mendefinisikan kriteria pemilihan produk. Tokoh batik Kris adalah toko yang menjual pernak-pernik, baju, tas, sepatu, yang bercorak batik.
Measure yaitu menetukan karakteristik kualitas terhadap produk. Untuk toko kris ini memiliki produk yang stndar dengan yang ada di pasar. Dan untuk pelayanan dari pramuniaganya juga ramah terhadap pelanggannya.
Analisis yaitu menentukan stabilitas dan kemampuan proses. Berdasarkan hasil penelitian kami, bahwa produk yang terdapat pada toko kris ini sudah sesuai dengan standar yang ideal, karena seperti yang kita ketahui bahwa batik sudah berstandar internasional.
Improve yaitu menentukan perbaikan untuk meningkatkan kualitas produk.
Berdasarkan hasil penelitian kami, kekurangan dari produk yang terdapat pada toko kris batik adalah harganya terlalu mahal namun kualitasnya bagus dan long life.
Batik pencil Box
Berdasarkan hasil observasi kita dari amplas beberapa minggu yang lalu, kami mempunyai ide dari toko batik keris, untuk memodifikasikan batik dengan barang daur ulang berupa kaleng bekas untuk di buat prodak yang bernama batik pensil box.
Batik pencil box adalah sebuah prodak yang berbentuk kotak pensil atau tempat untuk alat tulis yang bermotif batik yang bisa di letakkan di atas meja belajar, meja guru, baik di kantor, di rumah maupun di sekolah.
Sasaran produk
Sasaran produk kami yaitu semua kalangan pelajar beik dari TK, SD, SMP, SMA, Mahasiswa, pegawai dan lain sebagainya.
Alasan memilih produk
Meneruskan atau membudayakan batik dengan cara mengaplikasikannya dengan barang daur ulang (kaleng bekas) sehingga menjadi suatu produk yang bernilai.
Mendaur ulang barang bekas yang tidak bernilai menjadi suatu prodak yang bernilai.
Kami memilih produk ini ada kaitannya dengan education
BATIK PENCIL BOX
Bahan
: Kaleng, bekas ,
Kain batik,
Lem aktico
Peralatan :
Gunting,
Penggaris
,Pensil
BATIK PENCIL BOX
HASIL PENELITIAN PRODUK DI AMPLAS
six sigma pada tokoh batik kris :
- define
yaitu mendefinisikan kriteria pemilihan produk. Tokoh batik Kris adalah
toko yang menjual pernak-pernik, baju, tas, sepatu, yang bercorak batik.
- Measure yaitu menetukan karakteristik kualitas
terhadap produk. Untuk toko kris ini memiliki produk yang stndar dengan yang ada di pasar.
Dan untuk pelayanan dari pramuniaganya juga ramah terhadap pelanggannya.
- Analisis yaitu menentukan stabilitas dan
kemampuan proses. Berdasarkan hasil penelitian kami, bahwa produk yang
terdapat pada toko kris ini sudah sesuai dengan standar yang ideal, karena seperti yang kita
ketahui bahwa batik sudah berstandar internasional.
- Improve yaitu menentukan perbaikan untuk
meningkatkan kualitas produk.
Berdasarkan hasil penelitian kami, kekurangan dari produk yang
terdapat pada toko kris batik
adalah harganya terlalu mahal namun kualitasnya bagus dan long life.
Batik pencil Box
Berdasarkan hasil observasi kita dari amplas beberapa minggu yang lalu, kami
mempunyai ide dari toko batik keris, untuk memodifikasikan batik dengan barang
daur ulang berupa kaleng bekas untuk di buat prodak yang bernama batik pensil
box.
Batik pencil box adalah sebuah prodak yang berbentuk kotak pensil atau tempat untuk alat tulis yang bermotif batik yang bisa di letakkan di atas meja belajar, meja guru, baik di kantor, di rumah maupun di sekolah.
Batik pencil box adalah sebuah prodak yang berbentuk kotak pensil atau tempat untuk alat tulis yang bermotif batik yang bisa di letakkan di atas meja belajar, meja guru, baik di kantor, di rumah maupun di sekolah.
Sasaran produk
Sasaran produk kami yaitu semua kalangan pelajar beik dari TK,
SD, SMP, SMA, Mahasiswa, pegawai dan lain sebagainya.
Alasan
memilih produk
- Meneruskan atau membudayakan batik dengan cara mengaplikasikannya
dengan barang daur ulang (kaleng bekas) sehingga menjadi suatu produk yang
bernilai.
- Mendaur ulang barang bekas yang tidak bernilai menjadi suatu
prodak yang bernilai.
- Kami memilih produk ini ada kaitannya dengan education
BATIK PENCIL BOX
BAHAN
- Kaleng bekas
- Kain batik
- Lem aktico
PERALATAN
- Gunting
- Penggaris
- Pensil
Kamis, 23 Juni 2011
Minggu, 19 Juni 2011
Jumat, 29 April 2011
ANALISIS
STRATEGI ORGANISASI DI UKM AL-MIZAN
Sebelum kita menganalisis strategi organisasi di UKM
AL MIZAN,ada baiknya terlebih dahulu kita mengulas kembali sedikit mengenai AL- MIZAN. Seperti yang telah kita
ketahui bahwa UKM AL MIZAN adalah salah satu wadah untuk mengembangkat bakat
mahasiswa yang bergerak dibidang Quurani yang terdiri dari beberapa divisi
seperti tilawah, kaligrafi,tahfidz, shalawat, dan tafsir hadits. Ukm ini
berdiri sejak tahun 1999 yang mempunyai visi yaitu untuk menciptakan masyarakat
kampus yang Qurani dan misinya yaitu mewujudkan masyarakat kampus yang Qurani
tersebut.
Sebelum kita menganalisis
strategi organisasi , terlebih dahulu kita memahami perumusan dari strategi itu
sendiri, yang mana terdiri dari dua langkah atau metode yaitu overview market dan pendefinisian stategi.
Overview
market terdiri
dari:
1.
TEORI
TOWS MATRIX
Teori TOWS MATRIX yaitu teori
dengan menggunakan SWOT (streng,
weakness, oppurtunity, treat).
-
Streng
Streng adalah daftar kekuatan atau
kelebihan yang dimiliki oleh organisasi khusus organisasi UKM Al-Mizan.
Berdasarkan hasil wawancara kami dengan salah seorang anggota al-mizan.mereka
mengatakan bahwa ukm al mizan ini dilihat dari segi fisik para anggotanya,
mereka memiliki keunikan tersendiri. Walaupun jiwa mereka qurani tapi mereka
tidak menampakkannya dalam penampilan mereka. Disamping itu al mizan juga
merupakan salah satu wadah bagi mahasiswa yang mempunyai bakat dalam bidang
tertentu seperti tahfidz. Tilawah, kaligrafi, tafsir dan lain sebagainya.
-
Weakness
Weakness adalah daftar
kelemahan-kelemahan yang dimilki oleh organisasi. UKM Al-Mizan memilki kelmahan
dalam masaah penjadwalan latihan perdivisi dan masalah dana. Dan dengan adanya
kelemahan ini dapat menghambat proses perkembangan organisasi tersebut.
-
Oppurtunities
oppurtunities yaitu daftar kesempatan
yang dimilki oleh organisasi. Al-Mizan sendiri memilki oppurtunities diantaranya yaitu sering menjadi Qari’ pada hari
jumat di masjid UIN sunan kalijaga sebelum shalat jum’at, sering mendapat
undangan untuk mengisi acara-acara tertentu, misalnya shalawatan, tilawatil
quran, pameran kaligrafi, dan lain sebagainya.
-
Threat
Threat yaitu daftar ancaman yang dimiki
oleh organisasi. Berdasarkan hasil
wawancara kami, di UKM Al-Mizan ancamannya tidak ada, namun jika kami
menganalisis UKM ini dapat terhambat karena penjadwalan latihan dan masalah
pendanaan. Sehingga ada kemungkinan kulaihnya akan terganggu jika tidak bisa
membagi waktu dengan baik.
2.
TEORI
TRENDWATCHING
Teori trendwatching yaitu teori
analisis dengan berdasarkan pada lingkungan kompetensi, regulasi dan kondisi
ekonomi makro.
-
Lingkungan
kompetensi
Berdasarkan
hasil wawancara kami, UKM ini merasa tidak mempunyai persaingan sama sekali
dengan UKM manapun, bahkan mereka merasa kalau sesama UKM itu saling
melengkapi. Karena setiap UKM itu memilki ciri khas masing-masing dan berbeda
aliran.
-
Regulasi
atau praturan
Sedangkan
untuk regulasi atau praturan pada UKM ini yaitu mengacu kepada buku panduan
HDRT yang telah ditentukan, diantaranya yaitu tidak mencoreng nama baik
Al-Mizan, boleh mengundurkan diri asalkan membuat surat keterangan pengunduran
diri menjadi anggota, dan lain sebagainya.
-
Kondisi
ekonomi makro
Seperti
yang telah kita katahui bahwa ukm ini aagk bermasalah dengan masalah dana,
dimana dana yang didapatkan dari direktorat digunakan untuk memenuhi kebutuhan
Al-Mizan dan untuk mengadakan program kerja yang telah direncanakan. Biasanya
setiap divisi dibagi sama atau disesuaikan dengan kebutuhan namun itupun
dananya masih kurang. Untuk menutupi kekurangan dana tersebut,biasanya UKM ini
meminta sponsor dari alumni yang telah berhasil di beberapa tempat, bekerjasama
dengan penerbit buku misalnya tafsir,kerjasama dengan DEPAG, DIY, dan lain
sebagainya.
3.
ENVISIONING
Envisioning merupakan perumusan
rencana-rencana misi dan teori dari pendefinisian
strategi terhadap visi dan misi
organisasi, yang terdiri dari
-
Visi
Seperti
yang telah dikemukakan sebelumnya bahwa visi dari UKM ini adalah untuk
menciptakan masyarakat khususnya kampus yang berjiwa Qurani.
-
Nilai
dan keyakinan dasar
Jika
kita melihat dari visi diatas, berdasarkan hasil wawancara yang kami lakukan,
bahwa nilai dan keyakinan dasar ukm ini terhadap visinya ini i perubahan dan
kemajuan.
-
Misi
Berdasarkan
hasil wawancara kami misi ukm ini Tidak jauh dari visi. Jika visinya
menciptakan masyarakat yang berjiwa qurani, maka misinya adalah mewujudkan masyarakat
yang berjiwa qurani.
-
Satuan
pelaksana
Untuk
satuan pelaksana dari visi dan misi ini bisa terlihat dalam program kerja yang
telah direncanakan oleh UKM Al-Mizan itu sendiri. Jika berdasarkan hasil
wawancara kami, nara sumber dari al mizan mengatakan bahwa ukm ini sudah hampir
99.9% terlaksana. Jadi dapat disimpulkan bahwa hampir semua program kerja yang
direncanakan sudah terlaksana.
4.
TEORI
BALANCED SCORECARD
Teori balanced scorecard merupakan salah satu teori untuk menilai apakah
ukm yang kita analisis ini termasuk ukm yang berhasil atau tidak. Adapun
katagori yang dinilai dalam menganalisis organisasi ini adalah sebagai berikut:
-
Keuangan
-
Customer
(pelanggan)
-
Proses
bisnis internal
-
Pembelajaran
dan pertumbuhan
Untuk
menganalisis UKM Al-Mizan ini, kita akan
mengurainya satu persatu berdasarkan katagori penilaian diatas, dan
menguraikannya berdasarkan aspek penilaiannya masing-masing.
-
Keuangan
Sering
kali masalah keuangan menjadi kendala dalam sebuah organisasi. Untuk meniai
masaah keuanagn dalam UKM Al-Mizan, kita uraikan aspek-aspek dari keuangan itu
sendiri, yaitu sebagai berikut:
·
Pengembalian
investasi
Berdasarkan
hasil wawancara yang kami lakukan, bahwa UKM ini bukan UKM ajang bisnis, jadi
tidak memikirkan masalah mengenai pengembalian investasi, yang penting acara
yang mereka rencanakan bisa berjalan lancar dan sesuai dengan rencana.
·
Pendapatan organisasi
Untuk
pendapatan organisasi UKM Al-Mizan di dapat dari para anggota Al-Mizan itu
sendiri. Pendapatan organisasi bisa didapatkan dari kas Al-Mizan sesuai dengan
kebijakan divisi-divisi masing-masing. Ada sebagain divisi mewajibkan kas dan sebagian yang lain ada
yang kasnya sukarela. Namun terkadang pendapatan organisasi juga di dapatkan
dari para anggota Al-Mizan yang mendapatkan undangan. Misalnya ada salah satu
anggota Al-Mizan ke kas dan sebagian lagi untuk orang yang terlibat atau
bersangkutan tersebut. Terkadang juga dari buku tafsir-tafsir yang telah
bekerja sama dengan pihak penerbit.
·
Pemanfaatan
aset organisasi
Setiap
ada dana yang masuk harus dimanfaatkan dengan baik supaya tidak mubazir. Dalam
UKM Al-Mizan sendiri, dana yang masuk digunakan untuk memenuhi kebutuhan
Al-Mizan, dan untuk mengadakan acara atau event-event sesuai dengan divisi
masing-masing. Contohnya : divisi kaligrafi mengadakan pameran kaligrafi,
tilawah mengadakan MTQ, dan ain sebagainya.
·
Efektifitas
biaya
Agar
organisasi bisa berkembang dan berhasil, sangatlah diperlukan adanya
efektifitas biaya. Dalam hal ini UKM Al-Mizan biasanya melalui kebijakan
masing-masing divisi, dalam artian iuran kas, donator dari anggota divisi
masing-masing, dari alumni Al-Mizan sendiri yang sudah berhasil, sponsor
misalnya exos, dan lain sebagainya. Terkadang UKM ini juga bekerja sama dengan
DEPAG, DIY, penerbit dam lain sebagainya.
-
Customer
Pelanggan
juga termasuk kategori penilaian dari sebuah organisasi yang berhasil, karena
sebuah organisasi tidak akan bisa berjalan tanpa adanya sumber daya manusia di
dalamnya, khusunya pelanggan. Mengenai aspek dari pelanggan itu sendiri ada
beberapa kategori yaitu:
·
Pelanggan
baru bertambah
Sebuah
organisasi akan dikatakan berhasil jika pelanggannya bertambah. Dan untuk UKM
Al-Mizan ini sendiri, untuk pelanggannya setiap tahun semakin bertambah. Dan
UKM ini merupakan saah satu UKM yang banyak diminati dan banyak dikenali oleh
masyarakat kampus khususnya.
·
Pelanggan
lama yang jadi non pelanggan berkurang
Tidak
hanya pelanggan baru yang bertambah saja yang masuk daam aspek penilaian
customer namun juga pelanggan lama yang jadi non pelanggan berkurang. Jika
melihat dari hasil wawancara kami, khusus untuk UKM ini tidak demikian, karena UKM ini statusnya tetap
walaupun sudah lulus sampai mereka membuat surat pernyataan bahwa ingin mengundurkan diri atau lepas dari Al-
Mizan.
·
Kepuasan
pelanggan
Kepuasan
pelanggan merupakan hal yang sangat penting daam sebuah organisasi. Karena
organisasi yang baikdan berhasil pasti memberikan pelayanan yang memuaskan
sehingga timbul kepuasan pelanggan. Untuk UKM Al-Mizan, berdasarkan hasil
wawancara kami, bahwa kepuasannya itu tergantung individu, sebagian ada yang
merasa puas namun sebagian yang lain aa juga yang komplain atau mengeluah. Yang
menjadi keluhan dalam UKM ini adalah masalah penjadwalan waktu latihan. Karena
ada sebagian mahasiswa yang tidak bisa latihan sesuai dengan waktu yang telah
ditentukan karena ada kuliah dan lain sebagainya sehingga mereka complain.
Dalam
penanganan masalah ini biasanya UKM ini mengadakan sharing sehingga bisa mengetahui apa saja yang menjadi keluhannya
dan bagaimana solusi kedepannya.
-
Proses
bisnis internal
Proses
bisnis internal merupakan salah satu kategori penilaian sebuah organisasi yang
berhasil yang mencakup beberapa aspek, diantaranya:
·
Siklus
bisnis cepat
Sebuah
organisasi akan dikatakan berhasil jika siklus bisnisnya cepat. Berdasarkan
hasil wawancara bahwa UKM Al- Mizan
bukan meruapakan ajang bisnis jadi
siklusnya tidak berubah, yang menjadi penghambatnya yaitu dana dan schedule.
·
Sesuai
jadwal
Waktu
sangatlah berharga. Dan sebuah organisasi bisa dikatakan berhasil jika semua
rencana yang telah direncanakan bisa berjalan sesuai dengan jadwal yang telah
ditentukan. Untuk UKM inisebagian besar sudah sesuai dengan jadwal namun
sebagainj kecilnya belum bisa dikatakan
sesuai dengan jadwal. Karena adanya halangan atau hambatan, maka terkadang ada
sebuah kegiatan yang ditunda dulu namun pelaksanaannya tetap terlaksana.
·
Efektifitas
siklus
Untuk
efektifitas siklus UKM Al-Mizan biasanya mengadakan sharing untuk masalah
penjadwalan ( scheduling) , sedangkan
untuk masalah siklus bisnisnya itu berhubungan dengan alumni, dalam artian
mencari solusi yang tepat untuk kemajuan UKMnya.
-
Pembelajaran
dan pertumbuhan
Pembelajaran
dan pertumbuhan merupakan proeses dalam sebuah organisasi untuk mencapai
keberhasilan. Dalam pembelajaran dan pertumbuhan ini sendiri memiliki aspek
penilaian yang terdiri dari :
·
Peningkatan
keterampilan personel
Peningkatan
ketrampilan personel sangatlah penting daam sebuah organisasi apalagi
organisasi tersebut merupakan sebuah wahana untuk mengembangkan bakat yang
telah dimilki, dengan peningkatan ketrampilan tersebut akan menciptakan seorang
yang SDM yang terampil dan kreatif. UKM Al-Mizan daam meningkatan keterampilan
personenya yaitu dengan mengadakan latihan rutin yang telah terjadwal waktunya,
sharing mengenai hamabatan-hambatan personel dalam pembelajaran, dan
keluhan-keluhan yang mereka miliki, study banding, mendatangkan para
tokoh-tokoh ahli dibidang divisi masing-masing, dan lain sebagainya.
·
Kualitas
hidup personel
Jika
kita berbicara sebuah kualitas, maka yang berkualita pasti yang lebih dominan
dan banyak digemari oleh banyak orang.
Untuk menganalisis atau menguraikan kuaitas personel pada UKM ini,
berdasarkan hasil wawancara kami yaitu tergantung personel atau individunya
atau dengan kata lain kembali ke individu-individu masing-masing mengembangkan
apa yang mereka dapatkan seama di Al-Mizan dan bagaimana menerka menerapkan nya
daam kehidupan masyarakat. Biasanya orang yang sudah berkualitas itu pasti
dibutuhkan daam masyarakat. Seteah mengikuiti Al-Mizan setidaknya aumni-alumni
sudah punya bekal tinggal mengembangkknya saja dan itu tergantung kepada individunya
juga.ada juga alumni dari Al-Mizan yang mendirikan yayasan , jadi Qari/Qariah,
dan lain sebaginya sesuai dengan keahlian yang dimiliki oeh masing-masing
personelnya.
5.
URAIAN
ANALISIS ORGANISASI
Dari beberapa uraian atau
analisis mengenai UKM Al-Mizan diatas, kita dapat menganalisis bahwa UKM ini belum
bisa dikatagorikan sebagai sebuah organisasi yang berhasil karena belum
memenuhi semua aspek-aspek dari sebuah organisasi yang berhasil, diantaranya
adalah masalah keuangan, binis internal dan scedule, sedangkan diatas sudah
dijelaskan bahwa sebuah organisasi dikatakan berhasil jika memenuhi kriteria
dari keuangan, customer, proses bisnis internel dan pembeljaran dan
pertumbuhan.
UKM bisa menjadi sebuah
organisasi yang berhasil jika masalah keuangannya di kelola dengan baik dan
memenuhi aspek dari keuangan tersebut misalnya adanya pengembalian investasi,
dimana dananya bisa digunakan untuk event yang akan datang sehingga tidak
kelabakan jika ingin mengadakan sebuah event dalam waktu yang singkat.
Sebuah
organisasi yang berhasil juga harus memperhatikan scedhule dan kepuasan
pelanggan, UKM ini akan lebih baik lagi jika penjadwalan latihan disepakati dan
diketahui oleh semua pihak yang terlibat untuk mengikuti latihan tersebut,
sehingga yang ainnya bisa menyesuaikan.
Pada
dasarnya UKM Al-Mizan ini memenuhi aspek dari sebuah organisasi yang berhasil
namun belum secara keseluruhannya. Maka dari itu kami menyimpulkan atau
menganalisis bahwa UKM ini bisa dikatakan UKM yang berkembang namun belum bisa
dikategorikan sebagai sebuah organisasi yang berhasil.
Minggu, 20 Maret 2011
revisi UKM Pramuka UIN SUNAN KALIJAGA YOGJAKARTA
UKM PRAMUKA UIN SUNAN KALIJAGA YOGJAKARTA
Nara
sumber : Dedi Gunawan (ketua
pramuka,smester 6, fakultas SAINTEK)
Sejarah Singkat
Berdirinya Gugusdepan Pramuka di IAIN Sunan Kalijaga (sekarang UIN Sunan
Kalijaga) berdasarkan Surat Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No. 138
tahun 1961. Pada tahap perintisan telah dilakukan beberapa persiapan, di
antaranya oleh Bapak Kolonel Bakri Syahid selaku rektor dan sekaligus menjabat
Kamabigus yang telah mengundang beberapa aktifis Pramuka sebanyak 10 orang
untuk diajak mendirikan sebuah Gugusdepan yang berpangkalan di IAIN Sunan
Kalijaga Yogyakarta. Hal ini disambut baik oleh Kwartir Cabang Kota Yogyakarta
dan kemudian diundang ke kampus IAIN Sunan Kalijaga untuk membicarakan
pelantikan pengurus Gugusdepan Pramuka di IAIN Sunan Kalijaga. Dihadiri pula
oleh beberapa mahasiswa yang aktif dalam kepramukaan dan beberapa siswa PGAL
pada saat itu. Sedangkan yang melantik adalah Letkol Soedjono Ag selaku Ka
Kwarcab, yang sekaligus sebagai Kepala Daerah Tingkat II Kota Yogyakarta. Dari
sinilah akhirnya berdiri Gugusdepan yang berpangkalan di IAIN Sunan Kalijaga
yang kemudian resmi ditetapkan pada tanggal 17 Juli 1973 dan merupakan
Gugusdepan Perguruan Tinggi pertama di Yogyakarta. Pada waktu itu diketuai oleh
Kak Bijuri Binhas dan sekretarisnya adalah Kak Sarifah Aziz.
Profil
Gerakan Pramuka UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta merupakan salah satu Unit
Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang terdapat di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan
juga merupakan organisasi intra kampus yang terlepas dari unsur pollitik.
Selain itu Gerakan Pramuka di Perguruan Tinggi juga mempunyai keunggulan yang
lebih, sebab di dalamnya para anggota dituntut mampu mengamalkan Tri Bina
Gerakan Pramuka, yaitu Bina Diri, Bina Satuan dan Bina Masyarakat sehingga
pengembangan nalar, intelektual, dan pengabdian terhadap masyarakat dapat
seimbang.
Gerakan Pramuka UIN Sunan
Kalijaga mempunyai nama racana yaitu Racana Sunan Kalijaga untuk racana putra
dengan nomor gugusdepan 1501 dan Racana Nyi Ageng Serang untuk racana putri
dengan nomor gugusdepan 1502.
Racana Sunan Kalijaga – Racana
Nyi Ageng Serang Pangkalan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta saat ini telah berusia
37 tahun, usia yang menunjukkan kemapanan dalam berbagai hal dan dapat
diperhitungkan keberadaannya. Sehingga bukan suatu hal yang mustahil jika
berbagai prestasi berhasil diboyong mulai tingkat regional hingga nasional.
Unit Kerja Mahasiswa ini terletak di lantai 1 Student Center, biasanya
banyak anggota pramuka berkumpul di dalam sebuah ruang yang memang khusus untuk
kegiatan pramuka tersebut, ruangnya tidak terlalu besar namun penggunaannya
disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada. Di dalam ruang UKM Pramuka
banyak terdapat foto-foto kegiatan yang pernah dilakukan oleh para anggota
Pramuka seperti perkemahan, jambore, dan lain sebagainya.selain itu banyak juga
trofi-trofi yang dipajang sebagai lambang prestasi yang telah mereka capai
selama ini, dan lain sebagainya.
Berdasarkan hasil penelitian saya, UKM ini menurut saya bersih, tidak
begitu sepi, namun penataannya kurang teratur, jadinya terlihat ruangan
tersebut kurang rapi, apalagi mengenai penataan kertas-kertasnya yang kurang
tertatayang bergelantungan di dalam ruangan, namun jika ada informasi UKM ini
lebih jelas, karena setiap ada surat yang masuk baik itu untuk ketua, anggota,
dan lain sebagainya, maka dapat diletakkan ditempat yang telah disediakan di
dalam ruangan tersebut berdasarkan susunan struktur organisasi kepramukaannya.
Racana Sunan Kalijaga Racana Nyi Ageng Serang Gugus Depan Yogyakarta 1501-1502 pangkalan IAIN
Sunan Kalijaga Yogyakarta berdiri tanggal 17 Juli 1973 atas inisiatif dari
rektor ketika itu. Sebagai organisasi kepanduan, orientasi kegiatan
dilaksanakan tak lepas dari konsep Tri Bina Gerakan Pramuka, yaitu Bina Diri,
Bina Satuan, Bina Masyarakat.
Kegiatan
Bina Diri meliputi :
1. Pelatihan-pelatihan,
di antaranya Latihan Kepemimpinan dan Pengelolaan Racana (LKPR), Gladian
Kepemimpinan (DIANPIN), Gladian Keinstrukturan (DIANTUR), Kursus Mahir Dasar
(KMD), Kursus Mahir Lanjutan (KML)
2. Pengembangan dan
Kajian, diantaranya Pengembangan Usaha Dana, kegiatan alam bebas, serta
pengembangan keahlian dan kemampuan seperti Mounteneering, IMPK (Ilmu Medan dan
Peta Kompas), Bivak dan Survival; Komunikasi Lapangan (KOMLAP) dan PPPK.
Kegiatan Bina Satuan, meliputi pelatihan bagi para anggota dalam mengaplikasikan potensi dan
bakat yang dimiliki. Adapun Bina Satuan Binaan UKM Pramuka diantaranya adalah :
1. Siaga (SD Warungboto
Umbulharjo)
2. Penggalang (MTsN Mu’allimat
Muhammadiyah, MTsN Lab. Fak. Tarbiyah IAIN Sunan Kalijag Jogjakarta, SLTPN 13
Jogjakarta)
3. Penegak (SMU Colombo,
MA Mu’allimat Muhammadiyah, MAN II Jogjakarta, MAN III Jogjakarta)
Kegiatan Bina Masyarakat, meliputi upaya melatih diri berbakti serta manunggal dengan masyarakat
umumnya. Desa binaan UKM Pramuka antara lain adalah :
1. Dusun
Glagah Wero, desa Wukirsari, Cangkringan, Jogjakarta
2.
Desa Babadan Mantren
Sukoharjo, Ngaglik, Sleman, Jogjakarta
3. Desa
Cebongan Kidul, Mlati, Sleman Jogjakarta
Adapun untuk kegiatan indoor yang ada dalam UKM Pramuka ini adalah sebagai
berikut:
- DIKCAR (pendidikan calon anggota racana). DIKCAR ini terdiri dari 2 tahap yaitu di ruangan dan di lapangan, DIKCAR bIasanya dilakukan 1 tahun sekali. Pelaksanaannya dilakukan pada semester gasal atau ganjil
- GIANTUR (Gradian instruktur) tujuannya adalah mengkader para instruktur yang ada di RACANA
- UPACARA ADAT . contoh: adat Ulang Tahun anggota, hari lahir RACANA,adat buka kegiatan, dan lain-l
- Kegiatan kecil-kecilan :
·
Bakti
Sanggar yaitu kegiatan bersih-bersih sanggar(kerja bakti) yang dilakukan satu
bulan sekali
·
Checking
barang yaitu pengecekan barang-barang untuk mengetahui inventaris yang diakukan
biasanya 1 tahun sekali
- 5. Kedai pramuka yaitu menjual atribut-atribut pramuka, misalnya makan-makanan ringan tapi objeknya hanya anggota RACANA sendiri (tidak untuk umum)
- 6. Rapat pleno yang terdiri dari 2 macam:
·
Rapat pleno
pengurus yang hanya dihadiri oeh pengurus saja (1 tahun 2 kali)
·
Rapat pleno
anggota yang dihadiri oleh pengurus dan anggota (1 tahun 1 kali)
- Agenda rapat pleno :
·
Mengevaluasi
kinerjadan program kerja yang telah terlaksana
·
Menentukan
langkah-angkah ke depan, apa yang harus dilakukan atau hal-hal yang belum
terencana
- 7. Pembuatan buletin bulanan yang dibuat oleh tim redaksi buletin yang membahas tentang masalah actual atau masalah-masalah terkini yang objek dari buletin ini adaah UKM para sahabat, biasanya terbit 1 bulan sekali.
Sedangkan
untuk kegiatan outdoor pada UKM ini
adalah sebagai berikut:
·
Kursus Mahir
Dasar tujuannya untuk mengkader
pembina-pembina PRAMUKA
·
Kursus Mahir
Lanjutan yaitu hampir sama dengan kursus might dasar, hanaya pada kursus might
lanjutan ini lebih konsentrasi ke pembina, siaga,penegak, dl
·
Kursus
pelatih dasar yang bertujuan untuk mengkader seorang pelatiih atau instruktur
·
Kursus latih
lanjutan yang merupakan lanjutan dari kursus pelatih dasar namun pada kursus
latih lanjutan ini lebih mendalam
·
PW
(Perkemahan Wirakarya)
Di indonesia ada 2 PW (Perkemahan Wirakarya):
·
PW
(Perkemahan Wirakarya) Nasional yang diselenggarakan oleh menteri pendidikan
dan olahraga, biasanya dilaksanakan 2 tahun seklai tapi selang seling.
·
PW
(Perkemahan Wirakarya) PTAI (Perguruan tinggi agama islam) yang biasaya
diselenggarakan oleh DEPAG (Departemen Agama), biasanya juga dilakukan 2 tahun
sekali dan selang seling juga. Namun terkadang terjadi 2 PW (Perkemahan
Wirakarya) apabila terjadi kesalahan dalam administrasi.
·
LAGAP
(Latihan Gabungan) yang diselenggarakan oleh Gugus Depan yang terdiri dari:
-
Sekeluarga
-
Seprovinsi
-
Sekabupaten
-
Sekecamatan
Sistem Perekrutan
Sistem perekrutan anggota
RACANA yaitu melalui DIKCAR (Pendidikan
Calon Anggota) yang sistemnya terdiri dari:
§
Pendaftaran
Untuk tempat pendaftaran calon anggota RACANA biasanya di
buka Stand Pramuka sebagai tempat untuk mendapatkan informasi atau untuk
registari sebagai calon anggota RACANA.
§
Technika Meeting (TM)
Tekhnikal meeting biasanya diselenggarakan sehari sebelum
pemberangkatan DIKCAR , yang biasanya berisi mengenai hal-hal yang berkenaan
dengan pelaksanaan DIKCAR yang akan dilaksanakan, seperti, perlengkapan yang
perlu dipersiapkan, waktu pemberangkatan, tempat, dan lain sebagainya
§
Pendidkan Calon Anggota (DIKCAR) Ruangan, yang mana pada DIKCAR ruangan ini akan
diberikan pengetahuan-pengetahuan dasar yang mencakup semua hal , mulai dari
siaga sampai ke penegak, baik teori maupun praktek
§
Penugasan yaitu setiap calon anggota ditugaskan untuk membuat
sebuah makalah tentang Kepramukaan
misalnya tentang Revitalisasi Gerakan PRAMUKA, yang kemudian akan
dipersentasikan
§
Pendidikan Calon Anggota (DIKCAR) Lapangan yang meruapan implementasi dari materi-materi
yang telah disampaikan atau dengan kata lain praktek langsung, dan pelatihan
ini juga akan diajarkan bagaimana penggunaan kompas, bantuan gawat darurat,
survey people, dll. Dimana setelah mendapatkan materi langsung kemudian praktek
ke lapangannya langsung
§
Pelantikan yang dilakukan berdasarkan buku adat RACANA (Ambalan)
Mengenai kepanitiaan itu terdiri dari 2 yaitu:
1.
Panitia
sanggar kerja yang bertugas sebagai fasilitator atau sarana kegiatan misalnya
tempat, sound sistem, background, alat, dan sebagainya.
2.
Tim
instruktur yang bertugas sebagai pengelola kegiatan (melakukan penilaian,
mencari materi dan menentukan pelulusan).
Adapaun untuk urutan RACANA adalahsebagai berikut:
·
Calon tamu
RACANA
·
Tamu RACANA
·
Calon
Pandega (anggota)
·
Pandega
·
Purnabakti
(keluar dari anggota)
Syarat menjadi
pengurus RACANA:
·
Mengikuti
DIKCAR ruangan (12 materi selama 3 hari) dengan minimal 75% mengikuti materi
·
Jadi sangga
kerja / panitia
Syarat menjadi Pandega:
·
Sudah
menjadi calon pandega
·
Mendaftar
tim TKU pandega
·
Meakukan uji
SKU
·
Membuat
makalah dengan metode teaah SK (Surat Keputusan) kwartir Nasional (
tidak harus urut)
STRUKTUR ORGANISASI RACANA:
- Majelis
Pembimbing terdiri dari : KAMABIGUS (REKTOR), KAMABIHAR(PR3), dan 2 PD3
-
Dewan
RACCANA terdiri dari : KTUA, PA, WAKA,BENDAHARA, SEKRETARIS
-
RACANA putra
dan putri itu terpisah, RACANA Putra (RACANA UIN SUNAN KALIJAGA), RACANA Putri
(NYAI AGENG SERANG)
-
Tugas PSDA yaitu
menambah sumber daya anggota atau manusia dan meningkatkan kemampuan anggota
diuar kepramukaan misalnya olahraga, seni, karya, dll
Tugas TEKTRAM
adalah menambah skill dan pengetahuan tentang kepramukaan
-
Tugas UDRT
ialah Usaha Dana yaitu untuk
mengusahakan dana,kedai, atribut sedangkan untuk Rumah Tangga yaitu menginventariskan semua
kekayaan RACANA
-
Tugas PM yaitu
mengadakan suatu kegiatan sebagai pengabdian masyarakat mislanya bazar di desa,
dan idu adha (korban)
-
Diakhir
kepengurusan itu biasanya diadakan MUSPAN (Musaywarah Pandega) yang agendanya
terdiri dari: pembahasan GBHR (Garis Besar Haluan RACANA), pertanggung jawaban
pengurus, dan pemilihan ketua.
-
Pada MUSPAN
itu terdapat tim Formatur yang terdiri dari:
ketua baru (putra dan putri), ketua lama (putra dan putri),dan anggota.
Tujuan di bentuknya tim formatur adalah untuk mencari orang yang tepat untuk
menjadi pengurus, biasanya itu dipilih anggota ynag aktif dan mempunyai
dedigasi yang tinggi, dan sebeum dipilih biasanya juga ditanyakan terlebih
dahulu tentang kesediaannya untuk menjadi pengurus daamartian lain, tidak ada
unsur paksaan. Setelah itu kemudian baru dilakukan pelantikan.
-
Model
pelatihan :
§
Siaga model pelatihannya perindukan
§
Penggalang model
pelatihan pasukan
§
Penegak model
pelatihan Ambalan
§
Pandega model
pelatihan RACANA ( tingkat terakhir) yang biasanya pengulangan (materi dan
praktek)
§
Pembina
pendamping biasanya pelatihannya itu mengenai microteaching yaitu mengenai cara-cara mengajar ke sekolah-sekolah.
Prestasi yang di capai :
Prestasi-prestasi yang pernah diraih oleh Racana Sunan
Kalijaga – Racana Nyi Ageng Serang beberapa tahun terakhir, antara lain :
- Juara Umum Perkemahan Pramuka Pandega se-DIY dalam rangka HUT XIV Racana Jenderal Soedirman – Racana Cut Nyak Dien, pangkalan UPN Veteran tahun 2004 (Trophy Rektor UPN Veteran)
- Juara II Tunggal Putra dalam Kejuaraan Tenis Meja yang diselenggarakan Racana KH. Ahmad Dahlan – Racana Nyi Ahmad Dahlan, pangkalan UAD Yogyakarta tahun 2004
- Juara I Lomba Teknologi Tepat Guna Perkemahan Wirakarya VIII Perguruan Tinggi Agama Islam se-Indonesia di Padang, Sumatera Barat tahun 2006 (Trophy Ka Kawrnas)
- Juara III Lomba Sketsa Perjuangan Rakyat Jambi dalam rangkaian kegiatan Temu Karya Pramuka Penegak Pandega (TKTD) se-Sumatera dan Jawa di IAIN STS Jambi tahun 2008 (Trophy Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi)
- Terbaik II Lomba MTQ Tafsir Bahasa Arab Perkemahan Wirakarya Nasional IX PTAI se-Indonesia di IAIN STS Jambi tahun 2009.
- Sangga Putra Terbaik Pandega pada kegiatan Pengembaraan Desember Tradisional jalur Tentara Pelajar di Yogyakarta pada tahun 2009
Selain berhasil meraih beberapa prestasi yang telah
disebutkan di atas, Racana Sunan Kalijaga – Racana Nyi Ageng Serang juga berhasil
mencetak pembina-pembina yang profesional dan handal. Hal ini juga sesuai
dengan salah satu Tri Bina Gerakan Pramuka yaitu Bina Satuan.
Satuan-satuan yang dibina oleh Racana Sunan Kalijaga – Racana Nyi Ageng Serang
antara lain:
Satuan tingkat Siaga:
- SDIT Salsabila
- SD Angkasapura
Satuan tingkat Penggalang:
- MTs Negeri Ngemplak
- MTs Negeri Maguwoharjo
- SMPIT Darrul Hikmah
Satuan tingkat Penegak:
- SMA Kolombo
- SMA Darrul Hikmah
- SMA UII
Melihat dari prestasi yang telah dicapai
oleh UKM Pramuka ini, kita dapat menyimpulkan bahwa UKM ini mengandung gejala
manajemen berupa keilmuan, aktivitas, dan seni. Dan diantara tiga gejala
tersebut gejala yang paling dominan adalah gejala aktivitas, karena dalam UKM
Pramuka lebih menitik beratkan pengalaman-pengalaman dalam suatu kegiatan,
walaupun demikian gejala ilmu juga diajarkan yang mencakup
pengetahuan-pengetahuan tentang alam dan teori-teori di lapangan, dan tidak
lupa juga mengandung gejala seni, yang berupa seni sastra, suara dan seni
lainnya. Sehingga dapat dikatakann bahwa UKM ini terdapat manajemen yang terdiri dari
kaidah-kaidah, prinsip-prinsip dan konsep-konsep yang berupa simbol-simbol.
ANALISIS
PRINSIP MANAJEMEN UNIT PENGHUNI STUDENT CENTER
A. A.
PLANNING
Perencanaan dalam UKM PRAMUKA biasanya asa rapat rutin
yang dilaksanakan berdasarkan situasi dan kondisi, namun minimalnya itu 1
minggu sekali, sedangkan untuk rapat pengurus itu tidak terjadwal waktunya,
tapi yang pasti dilaksanakan (sebulan 2 kali), dan untuk workshop atau study
banding itu jarang, tetapi sering menerima para pendatang studi banding. Dan
untuk PRARAKER itu biasanya tidak sidang, cukup bertemu, berkumpul, dan
membahas PROKER yang akan dibahas atau direncanakan kedepannya, biasanya
PRARAKER hanya dihadiri oleh pengurus saja. Sedangkan untuk RAKER itu dihadiri
oleh pengurus dan bersama anggota, hal-hal yang dibahas dalam RAKER biasanya
meliputi: program kerja dan kebijakan-kebijakan. PROKER, PLENO.
B. B.
ORGANIZING
Pengorganisasian di UKM Pramuka yaitu khusus
untuk surat keputusan itu yang berhak hanya pembina dan kamabigus, sedangkan
untuk memo, notula dan koordinasi itu biasanya para pengurus dan anggota,
sedangkan mengenai strukturnya secara kebutuhan itu sudah kompleks dan sudah
memenuhi kebutuhan kerja.
C. C.
ACTUATING
Kegiatan- kegiatan yang direncanakan oleh UKM
Pramuka sudah banyak yang terlaksana sesuai dengan pembagian bidangnya
masing-masing, mislnaya PSDA itu setiap tahunnya mampu menambah sumber daya
anggota dan mampu meningkatkan kemampuan anggotanya diluar kepramukaan,
terbukti dengan di menangkannya lomba tahfidz al-Quran, lomba sketsa, dan
sebgainya. begitupun pula dengan bidang-bidang lainnya seperti TEKPRAM, PM,UDRT,
kegiatannya juga sudah banyak yang terlaksana.
D. D.
CONTROLLING
Untuk mengontrol kinerja di pramuka dibentuk
sebuah tim yang bernama tim LITEP yang berfungsi untuk mengontrol kinerja
pengurus kepramukaan. Dengan adanya tim ini maka kinerja di kepramukaan itu
dapat terkendali atau tidak. Dan untuk mengontrol kinerja di pramuka juga
biasanya dilaksanakan RAT (Rapat Akhir Tahun) sehingga dari situ akan terlihat
bagaimana hasil kinerja kepramukaan itu selama satu tahun terakhir. Adapun
tujuan atau arah kebijakan GBHR (Garis Besar Haluan Racana) yang terdapat pada
RAT adalah untuk kaderisasi pembina pramuka dengan keterampilan, menyelenggarakan
kepramukaan di gugus depan, mengamalkan TRI BINA gerakan pramuka dan TRIDARMA
perguruan Tinggi.
Adapun pengendalian laporan panitia kegiatan ke
universitas itu perkegiatan, dan rekap pada akhir kepengurusan. Sedangkan untuk
sisitem pertanggung jawaban itu yaitu ketua yang bertanggung jawab terhadap
sangga kerja dan koordinasai, sedangkan dewan itu tanggung jawab pembina.
·
Kesan mas
Dedi Gunawan (ketua Pramuka): “ yang pasti pramuka tidak menghambat study dan lebih
bisa mendewasakan diri dengan kegiatan di alam”
·
Harapan:
-
Komitmen
anggota
-
Loyalitas
anggota
-
Solidaritas
-
Yang
terpenting rasa kebersamaan
Jika kita memperidiksi dari hasil analisis
mengenai prinsip manajemen diatas dapat kita simpulkan, bahwa UKM ini kedepannya bisa lebih maju dan berkembang lagi, jika
dalam perencanaannya lebih jelas lagi dan rapat rutinnya itu lebih sering
dilakukan dan sudah terjadwal, kapan dan dimana pelaksanannya , minimal
seminggu sekali, supaya para anggota bisa mengetahui sampai dimana perencanaan
dan tujuan yang akan dicapai kedepannya nanti dan juga untuk memupuk rasa
kebersamaan antar anggota pramuka. Sehingga dengan dilaksanakannya itu maka
dapat meningkatkan kerja sama antar anggota untuk memajukan UKM Pramuka ini,
baik itu mulai dari perencanaan, organizing, actuating, hingga controlling.
Sehingga bagi mereka yang anggota baru, bisa mengerti dan memahami mengenai
masalah-masalah yang terjadi di UKM Pramuka tersebut dan ikut berpartisipasi
dalam menyelesaikannya.
Langganan:
Postingan (Atom)




