ANALISIS
STRATEGI ORGANISASI DI UKM AL-MIZAN
Sebelum kita menganalisis strategi organisasi di UKM
AL MIZAN,ada baiknya terlebih dahulu kita mengulas kembali sedikit mengenai AL- MIZAN. Seperti yang telah kita
ketahui bahwa UKM AL MIZAN adalah salah satu wadah untuk mengembangkat bakat
mahasiswa yang bergerak dibidang Quurani yang terdiri dari beberapa divisi
seperti tilawah, kaligrafi,tahfidz, shalawat, dan tafsir hadits. Ukm ini
berdiri sejak tahun 1999 yang mempunyai visi yaitu untuk menciptakan masyarakat
kampus yang Qurani dan misinya yaitu mewujudkan masyarakat kampus yang Qurani
tersebut.
Sebelum kita menganalisis
strategi organisasi , terlebih dahulu kita memahami perumusan dari strategi itu
sendiri, yang mana terdiri dari dua langkah atau metode yaitu overview market dan pendefinisian stategi.
Overview
market terdiri
dari:
1.
TEORI
TOWS MATRIX
Teori TOWS MATRIX yaitu teori
dengan menggunakan SWOT (streng,
weakness, oppurtunity, treat).
-
Streng
Streng adalah daftar kekuatan atau
kelebihan yang dimiliki oleh organisasi khusus organisasi UKM Al-Mizan.
Berdasarkan hasil wawancara kami dengan salah seorang anggota al-mizan.mereka
mengatakan bahwa ukm al mizan ini dilihat dari segi fisik para anggotanya,
mereka memiliki keunikan tersendiri. Walaupun jiwa mereka qurani tapi mereka
tidak menampakkannya dalam penampilan mereka. Disamping itu al mizan juga
merupakan salah satu wadah bagi mahasiswa yang mempunyai bakat dalam bidang
tertentu seperti tahfidz. Tilawah, kaligrafi, tafsir dan lain sebagainya.
-
Weakness
Weakness adalah daftar
kelemahan-kelemahan yang dimilki oleh organisasi. UKM Al-Mizan memilki kelmahan
dalam masaah penjadwalan latihan perdivisi dan masalah dana. Dan dengan adanya
kelemahan ini dapat menghambat proses perkembangan organisasi tersebut.
-
Oppurtunities
oppurtunities yaitu daftar kesempatan
yang dimilki oleh organisasi. Al-Mizan sendiri memilki oppurtunities diantaranya yaitu sering menjadi Qari’ pada hari
jumat di masjid UIN sunan kalijaga sebelum shalat jum’at, sering mendapat
undangan untuk mengisi acara-acara tertentu, misalnya shalawatan, tilawatil
quran, pameran kaligrafi, dan lain sebagainya.
-
Threat
Threat yaitu daftar ancaman yang dimiki
oleh organisasi. Berdasarkan hasil
wawancara kami, di UKM Al-Mizan ancamannya tidak ada, namun jika kami
menganalisis UKM ini dapat terhambat karena penjadwalan latihan dan masalah
pendanaan. Sehingga ada kemungkinan kulaihnya akan terganggu jika tidak bisa
membagi waktu dengan baik.
2.
TEORI
TRENDWATCHING
Teori trendwatching yaitu teori
analisis dengan berdasarkan pada lingkungan kompetensi, regulasi dan kondisi
ekonomi makro.
-
Lingkungan
kompetensi
Berdasarkan
hasil wawancara kami, UKM ini merasa tidak mempunyai persaingan sama sekali
dengan UKM manapun, bahkan mereka merasa kalau sesama UKM itu saling
melengkapi. Karena setiap UKM itu memilki ciri khas masing-masing dan berbeda
aliran.
-
Regulasi
atau praturan
Sedangkan
untuk regulasi atau praturan pada UKM ini yaitu mengacu kepada buku panduan
HDRT yang telah ditentukan, diantaranya yaitu tidak mencoreng nama baik
Al-Mizan, boleh mengundurkan diri asalkan membuat surat keterangan pengunduran
diri menjadi anggota, dan lain sebagainya.
-
Kondisi
ekonomi makro
Seperti
yang telah kita katahui bahwa ukm ini aagk bermasalah dengan masalah dana,
dimana dana yang didapatkan dari direktorat digunakan untuk memenuhi kebutuhan
Al-Mizan dan untuk mengadakan program kerja yang telah direncanakan. Biasanya
setiap divisi dibagi sama atau disesuaikan dengan kebutuhan namun itupun
dananya masih kurang. Untuk menutupi kekurangan dana tersebut,biasanya UKM ini
meminta sponsor dari alumni yang telah berhasil di beberapa tempat, bekerjasama
dengan penerbit buku misalnya tafsir,kerjasama dengan DEPAG, DIY, dan lain
sebagainya.
3.
ENVISIONING
Envisioning merupakan perumusan
rencana-rencana misi dan teori dari pendefinisian
strategi terhadap visi dan misi
organisasi, yang terdiri dari
-
Visi
Seperti
yang telah dikemukakan sebelumnya bahwa visi dari UKM ini adalah untuk
menciptakan masyarakat khususnya kampus yang berjiwa Qurani.
-
Nilai
dan keyakinan dasar
Jika
kita melihat dari visi diatas, berdasarkan hasil wawancara yang kami lakukan,
bahwa nilai dan keyakinan dasar ukm ini terhadap visinya ini i perubahan dan
kemajuan.
-
Misi
Berdasarkan
hasil wawancara kami misi ukm ini Tidak jauh dari visi. Jika visinya
menciptakan masyarakat yang berjiwa qurani, maka misinya adalah mewujudkan masyarakat
yang berjiwa qurani.
-
Satuan
pelaksana
Untuk
satuan pelaksana dari visi dan misi ini bisa terlihat dalam program kerja yang
telah direncanakan oleh UKM Al-Mizan itu sendiri. Jika berdasarkan hasil
wawancara kami, nara sumber dari al mizan mengatakan bahwa ukm ini sudah hampir
99.9% terlaksana. Jadi dapat disimpulkan bahwa hampir semua program kerja yang
direncanakan sudah terlaksana.
4.
TEORI
BALANCED SCORECARD
Teori balanced scorecard merupakan salah satu teori untuk menilai apakah
ukm yang kita analisis ini termasuk ukm yang berhasil atau tidak. Adapun
katagori yang dinilai dalam menganalisis organisasi ini adalah sebagai berikut:
-
Keuangan
-
Customer
(pelanggan)
-
Proses
bisnis internal
-
Pembelajaran
dan pertumbuhan
Untuk
menganalisis UKM Al-Mizan ini, kita akan
mengurainya satu persatu berdasarkan katagori penilaian diatas, dan
menguraikannya berdasarkan aspek penilaiannya masing-masing.
-
Keuangan
Sering
kali masalah keuangan menjadi kendala dalam sebuah organisasi. Untuk meniai
masaah keuanagn dalam UKM Al-Mizan, kita uraikan aspek-aspek dari keuangan itu
sendiri, yaitu sebagai berikut:
·
Pengembalian
investasi
Berdasarkan
hasil wawancara yang kami lakukan, bahwa UKM ini bukan UKM ajang bisnis, jadi
tidak memikirkan masalah mengenai pengembalian investasi, yang penting acara
yang mereka rencanakan bisa berjalan lancar dan sesuai dengan rencana.
·
Pendapatan organisasi
Untuk
pendapatan organisasi UKM Al-Mizan di dapat dari para anggota Al-Mizan itu
sendiri. Pendapatan organisasi bisa didapatkan dari kas Al-Mizan sesuai dengan
kebijakan divisi-divisi masing-masing. Ada sebagain divisi mewajibkan kas dan sebagian yang lain ada
yang kasnya sukarela. Namun terkadang pendapatan organisasi juga di dapatkan
dari para anggota Al-Mizan yang mendapatkan undangan. Misalnya ada salah satu
anggota Al-Mizan ke kas dan sebagian lagi untuk orang yang terlibat atau
bersangkutan tersebut. Terkadang juga dari buku tafsir-tafsir yang telah
bekerja sama dengan pihak penerbit.
·
Pemanfaatan
aset organisasi
Setiap
ada dana yang masuk harus dimanfaatkan dengan baik supaya tidak mubazir. Dalam
UKM Al-Mizan sendiri, dana yang masuk digunakan untuk memenuhi kebutuhan
Al-Mizan, dan untuk mengadakan acara atau event-event sesuai dengan divisi
masing-masing. Contohnya : divisi kaligrafi mengadakan pameran kaligrafi,
tilawah mengadakan MTQ, dan ain sebagainya.
·
Efektifitas
biaya
Agar
organisasi bisa berkembang dan berhasil, sangatlah diperlukan adanya
efektifitas biaya. Dalam hal ini UKM Al-Mizan biasanya melalui kebijakan
masing-masing divisi, dalam artian iuran kas, donator dari anggota divisi
masing-masing, dari alumni Al-Mizan sendiri yang sudah berhasil, sponsor
misalnya exos, dan lain sebagainya. Terkadang UKM ini juga bekerja sama dengan
DEPAG, DIY, penerbit dam lain sebagainya.
-
Customer
Pelanggan
juga termasuk kategori penilaian dari sebuah organisasi yang berhasil, karena
sebuah organisasi tidak akan bisa berjalan tanpa adanya sumber daya manusia di
dalamnya, khusunya pelanggan. Mengenai aspek dari pelanggan itu sendiri ada
beberapa kategori yaitu:
·
Pelanggan
baru bertambah
Sebuah
organisasi akan dikatakan berhasil jika pelanggannya bertambah. Dan untuk UKM
Al-Mizan ini sendiri, untuk pelanggannya setiap tahun semakin bertambah. Dan
UKM ini merupakan saah satu UKM yang banyak diminati dan banyak dikenali oleh
masyarakat kampus khususnya.
·
Pelanggan
lama yang jadi non pelanggan berkurang
Tidak
hanya pelanggan baru yang bertambah saja yang masuk daam aspek penilaian
customer namun juga pelanggan lama yang jadi non pelanggan berkurang. Jika
melihat dari hasil wawancara kami, khusus untuk UKM ini tidak demikian, karena UKM ini statusnya tetap
walaupun sudah lulus sampai mereka membuat surat pernyataan bahwa ingin mengundurkan diri atau lepas dari Al-
Mizan.
·
Kepuasan
pelanggan
Kepuasan
pelanggan merupakan hal yang sangat penting daam sebuah organisasi. Karena
organisasi yang baikdan berhasil pasti memberikan pelayanan yang memuaskan
sehingga timbul kepuasan pelanggan. Untuk UKM Al-Mizan, berdasarkan hasil
wawancara kami, bahwa kepuasannya itu tergantung individu, sebagian ada yang
merasa puas namun sebagian yang lain aa juga yang komplain atau mengeluah. Yang
menjadi keluhan dalam UKM ini adalah masalah penjadwalan waktu latihan. Karena
ada sebagian mahasiswa yang tidak bisa latihan sesuai dengan waktu yang telah
ditentukan karena ada kuliah dan lain sebagainya sehingga mereka complain.
Dalam
penanganan masalah ini biasanya UKM ini mengadakan sharing sehingga bisa mengetahui apa saja yang menjadi keluhannya
dan bagaimana solusi kedepannya.
-
Proses
bisnis internal
Proses
bisnis internal merupakan salah satu kategori penilaian sebuah organisasi yang
berhasil yang mencakup beberapa aspek, diantaranya:
·
Siklus
bisnis cepat
Sebuah
organisasi akan dikatakan berhasil jika siklus bisnisnya cepat. Berdasarkan
hasil wawancara bahwa UKM Al- Mizan
bukan meruapakan ajang bisnis jadi
siklusnya tidak berubah, yang menjadi penghambatnya yaitu dana dan schedule.
·
Sesuai
jadwal
Waktu
sangatlah berharga. Dan sebuah organisasi bisa dikatakan berhasil jika semua
rencana yang telah direncanakan bisa berjalan sesuai dengan jadwal yang telah
ditentukan. Untuk UKM inisebagian besar sudah sesuai dengan jadwal namun
sebagainj kecilnya belum bisa dikatakan
sesuai dengan jadwal. Karena adanya halangan atau hambatan, maka terkadang ada
sebuah kegiatan yang ditunda dulu namun pelaksanaannya tetap terlaksana.
·
Efektifitas
siklus
Untuk
efektifitas siklus UKM Al-Mizan biasanya mengadakan sharing untuk masalah
penjadwalan ( scheduling) , sedangkan
untuk masalah siklus bisnisnya itu berhubungan dengan alumni, dalam artian
mencari solusi yang tepat untuk kemajuan UKMnya.
-
Pembelajaran
dan pertumbuhan
Pembelajaran
dan pertumbuhan merupakan proeses dalam sebuah organisasi untuk mencapai
keberhasilan. Dalam pembelajaran dan pertumbuhan ini sendiri memiliki aspek
penilaian yang terdiri dari :
·
Peningkatan
keterampilan personel
Peningkatan
ketrampilan personel sangatlah penting daam sebuah organisasi apalagi
organisasi tersebut merupakan sebuah wahana untuk mengembangkan bakat yang
telah dimilki, dengan peningkatan ketrampilan tersebut akan menciptakan seorang
yang SDM yang terampil dan kreatif. UKM Al-Mizan daam meningkatan keterampilan
personenya yaitu dengan mengadakan latihan rutin yang telah terjadwal waktunya,
sharing mengenai hamabatan-hambatan personel dalam pembelajaran, dan
keluhan-keluhan yang mereka miliki, study banding, mendatangkan para
tokoh-tokoh ahli dibidang divisi masing-masing, dan lain sebagainya.
·
Kualitas
hidup personel
Jika
kita berbicara sebuah kualitas, maka yang berkualita pasti yang lebih dominan
dan banyak digemari oleh banyak orang.
Untuk menganalisis atau menguraikan kuaitas personel pada UKM ini,
berdasarkan hasil wawancara kami yaitu tergantung personel atau individunya
atau dengan kata lain kembali ke individu-individu masing-masing mengembangkan
apa yang mereka dapatkan seama di Al-Mizan dan bagaimana menerka menerapkan nya
daam kehidupan masyarakat. Biasanya orang yang sudah berkualitas itu pasti
dibutuhkan daam masyarakat. Seteah mengikuiti Al-Mizan setidaknya aumni-alumni
sudah punya bekal tinggal mengembangkknya saja dan itu tergantung kepada individunya
juga.ada juga alumni dari Al-Mizan yang mendirikan yayasan , jadi Qari/Qariah,
dan lain sebaginya sesuai dengan keahlian yang dimiliki oeh masing-masing
personelnya.
5.
URAIAN
ANALISIS ORGANISASI
Dari beberapa uraian atau
analisis mengenai UKM Al-Mizan diatas, kita dapat menganalisis bahwa UKM ini belum
bisa dikatagorikan sebagai sebuah organisasi yang berhasil karena belum
memenuhi semua aspek-aspek dari sebuah organisasi yang berhasil, diantaranya
adalah masalah keuangan, binis internal dan scedule, sedangkan diatas sudah
dijelaskan bahwa sebuah organisasi dikatakan berhasil jika memenuhi kriteria
dari keuangan, customer, proses bisnis internel dan pembeljaran dan
pertumbuhan.
UKM bisa menjadi sebuah
organisasi yang berhasil jika masalah keuangannya di kelola dengan baik dan
memenuhi aspek dari keuangan tersebut misalnya adanya pengembalian investasi,
dimana dananya bisa digunakan untuk event yang akan datang sehingga tidak
kelabakan jika ingin mengadakan sebuah event dalam waktu yang singkat.
Sebuah
organisasi yang berhasil juga harus memperhatikan scedhule dan kepuasan
pelanggan, UKM ini akan lebih baik lagi jika penjadwalan latihan disepakati dan
diketahui oleh semua pihak yang terlibat untuk mengikuti latihan tersebut,
sehingga yang ainnya bisa menyesuaikan.
Pada
dasarnya UKM Al-Mizan ini memenuhi aspek dari sebuah organisasi yang berhasil
namun belum secara keseluruhannya. Maka dari itu kami menyimpulkan atau
menganalisis bahwa UKM ini bisa dikatakan UKM yang berkembang namun belum bisa
dikategorikan sebagai sebuah organisasi yang berhasil.